EPS-TOPIK bukan sekadar lulus. Kelulusannya ditentukan peringkat dan kuota, jadi siswa harus mengejar skor setinggi mungkin, dan progresnya harus kelihatan dari jauh hari, bukan pas hari ujian.
Batch pilot pertama dibuka untuk beberapa LPK saja. Isi produknya disiapkan bersama LPK pilot, dan trial-nya gratis begitu versi pilot siap.
EPS-TOPIK menilai relatif. Skor siswa dibandingkan dengan peserta lain dan kuota negara. Belajar sampai "cukup" saja tidak aman, yang menentukan adalah posisi skornya.
Dari 40 soal EPS-TOPIK format UBT, 20 soal adalah mendengarkan. Banyak kelas fokus menghafal kosakata dan membaca, lalu skor jatuh di bagian mendengarkan.
Siswa dan orang tua membayar bulan demi bulan, tapi tidak ada angka yang menunjukkan siswa sudah siap atau masih berisiko, sampai hasil ujian keluar.
Mesinnya sama dengan Careerframe versi Jepang yang sudah berjalan. Untuk Korea, isinya disesuaikan ke EPS-TOPIK dan jalur G2G. Ini yang disiapkan untuk batch pilot:
Jalur EPS (G2G) menempatkan pekerja Indonesia di sektor-sektor ini. Isi belajarnya disesuaikan per sektor, bukan satu materi untuk semua.




Setiap kohort pasti punya tipe-tipe ini. Masalahnya beda-beda, dan sistemnya membantu dengan cara yang beda juga.
Bacanya masih huruf per huruf. Di tryout, 25 menit bagian membaca selalu kurang dan soal-soal belakang dikosongkan.
Dibantu: flashcard kata kerja pabrik dan tryout berwaktu persis format UBT, jadi kecepatan bacanya naik dan kelihatan per minggu.
Listening-nya panik. Satu soal kelewat, pikirannya tertinggal di soal itu, dan soal berikutnya ikut hilang.
Dibantu: latihan mendengarkan bertingkat, dari lambat sampai kecepatan ujian, plus audio per kata untuk dihafal di luar kelas.
Di kelas dia belajar kosakata umum, padahal nanti di kapal yang dipakai adalah kata soal jaring, mesin, dan keselamatan laut.
Dibantu: deck kosakata sektor perikanan, jadi yang dihafal memang yang akan dia pakai dan yang keluar di ujian.
Sudah dua kali ikut EPS-TOPIK. Skornya selalu beda tipis dari batas peringkat, dan dia tidak tahu persis bagian mana yang kurang.
Dibantu: peta kesiapan memecah skor per bagian, jadi kelihatan bagian mana yang paling cepat dikejar sebelum ujian berikutnya.
Belajarnya angin-anginan. Semangat di awal, hilang di tengah jalan, dan gurunya baru tahu setelah dia jarang masuk.
Dibantu: rencana belajar mingguan dan progres yang tercatat, jadi guru bisa menegur dan membantu sebelum terlambat.
Grogi duluan sama komputernya. Ujian EPS-TOPIK dikerjakan di komputer, sementara HP-nya saja sudah pas-pasan.
Dibantu: latihan dari HP yang ringan dengan format persis ujian, jadi pas hari ujian yang terasa asing tinggal soalnya, bukan alatnya.
Kirim email dan ceritakan singkat program Korea di LPK kamu: sektor apa saja dan berapa siswa per angkatan.
Begitu versi pilot siap, sensei mencoba sendiri lebih dulu, lihat sisi siswa dan dashboard gurunya.
Trial gratis selama seminggu untuk 5 sampai 10 siswa. Kalau cocok, baru lanjut ke pilot berbayar per kohort.
Isi formulir ini, tidak perlu aplikasi email. Kami balas lewat email yang kamu tulis di sini.
Atau kirim email langsung ke ergolaku@gmail.com
Harga per siswa untuk LPK yang lanjut setelah trial, dan LPK bebas membundelnya ke paket siswa:
Mesin sistemnya sudah jadi dan berjalan untuk versi Jepang. Isi Korea-nya (kamus, tryout EPS-TOPIK, materi sektor) sedang disiapkan sekarang, dan masukan LPK pilot ikut menentukan prioritasnya. Karena itu batch pilot dibatasi dan trial-nya gratis.
Pendaftar awal dapat giliran pertama. Kami kabari lewat email begitu versi pilot siap dicoba sensei.
Sektor EPS seperti manufaktur, perikanan, pertanian, dan konstruksi. Prioritas isi mengikuti sektor dari LPK yang ikut pilot, jadi daftar lebih awal membantu sektor LPK kamu disiapkan lebih dulu.
LPK pilot dapat trial gratis, harga pilot yang dikunci, dan isinya disesuaikan ke kebutuhan kelasnya. Setelah batch pertama penuh, pendaftaran pilot ditutup dan harga normal berlaku.