Program Pilot, Pendaftaran Dibuka
Jalanan di Seoul, Korea Selatan
Untuk LPK program Korea (EPS)

Satu sistem untuk LPK Korea. Siswa belajar, guru memantau, skornya kelihatan.

EPS-TOPIK bukan sekadar lulus. Kelulusannya ditentukan peringkat dan kuota, jadi siswa harus mengejar skor setinggi mungkin, dan progresnya harus kelihatan dari jauh hari, bukan pas hari ujian.

Batch pilot pertama dibuka untuk beberapa LPK saja. Isi produknya disiapkan bersama LPK pilot, dan trial-nya gratis begitu versi pilot siap.

Masalah yang biasa terjadi di kelas EPS-TOPIK

Kalah peringkat, bukan kalah pintar

EPS-TOPIK menilai relatif. Skor siswa dibandingkan dengan peserta lain dan kuota negara. Belajar sampai "cukup" saja tidak aman, yang menentukan adalah posisi skornya.

Listening ditinggal, padahal separuh ujian

Dari 40 soal EPS-TOPIK format UBT, 20 soal adalah mendengarkan. Banyak kelas fokus menghafal kosakata dan membaca, lalu skor jatuh di bagian mendengarkan.

Bayar terus, tapi tidak tahu sudah sejauh apa

Siswa dan orang tua membayar bulan demi bulan, tapi tidak ada angka yang menunjukkan siswa sudah siap atau masih berisiko, sampai hasil ujian keluar.

Isi sistemnya

Mesinnya sama dengan Careerframe versi Jepang yang sudah berjalan. Untuk Korea, isinya disesuaikan ke EPS-TOPIK dan jalur G2G. Ini yang disiapkan untuk batch pilot:

Untuk siswa

  • Skor dan peta kesiapan EPS-TOPIK per siswa
  • Flashcard kosakata Korea dari kamus (hangul, cara baca, arti) dengan audio per kata
  • Tryout format EPS-TOPIK UBT: 40 soal, 50 menit, 20 membaca dan 20 mendengarkan, skor skala 200
  • Latihan mendengarkan dengan suara Korea bawaan perangkat, tanpa biaya tambahan
  • Persiapan tahap berikutnya: skill test dan wawancara dasar
  • Rencana belajar mingguan dan simulasi biaya jalur G2G

Untuk LPK

  • Dashboard guru per kohort: siapa siap, siapa berisiko, siapa berhenti maju
  • Satu kode akses per siswa, progres tercatat otomatis
  • Angka kesiapan yang bisa ditunjukkan ke siswa dan orang tua
  • Skor yang sama untuk semua kelas dan cabang, jadi kualitas bisa dibandingkan

Lapangan kerja yang dituju siswa

Jalur EPS (G2G) menempatkan pekerja Indonesia di sektor-sektor ini. Isi belajarnya disesuaikan per sektor, bukan satu materi untuk semua.

Enam siswa yang paling sering kamu temui

Setiap kohort pasti punya tipe-tipe ini. Masalahnya beda-beda, dan sistemnya membantu dengan cara yang beda juga.

Ilustrasi Andi

Andi, 23

Lulusan SMK · Target manufaktur

Bacanya masih huruf per huruf. Di tryout, 25 menit bagian membaca selalu kurang dan soal-soal belakang dikosongkan.

Dibantu: flashcard kata kerja pabrik dan tryout berwaktu persis format UBT, jadi kecepatan bacanya naik dan kelihatan per minggu.

Ilustrasi Budi

Budi, 27

Mantan buruh pabrik · Target manufaktur

Listening-nya panik. Satu soal kelewat, pikirannya tertinggal di soal itu, dan soal berikutnya ikut hilang.

Dibantu: latihan mendengarkan bertingkat, dari lambat sampai kecepatan ujian, plus audio per kata untuk dihafal di luar kelas.

Ilustrasi Rudi

Rudi, 25

Anak nelayan, Cilacap · Target perikanan

Di kelas dia belajar kosakata umum, padahal nanti di kapal yang dipakai adalah kata soal jaring, mesin, dan keselamatan laut.

Dibantu: deck kosakata sektor perikanan, jadi yang dihafal memang yang akan dia pakai dan yang keluar di ujian.

Ilustrasi Agus

Agus, 29

Mantan pekerja bangunan · Target konstruksi

Sudah dua kali ikut EPS-TOPIK. Skornya selalu beda tipis dari batas peringkat, dan dia tidak tahu persis bagian mana yang kurang.

Dibantu: peta kesiapan memecah skor per bagian, jadi kelihatan bagian mana yang paling cepat dikejar sebelum ujian berikutnya.

Ilustrasi Dewi

Dewi, 21

Lulusan SMA · Target manufaktur

Belajarnya angin-anginan. Semangat di awal, hilang di tengah jalan, dan gurunya baru tahu setelah dia jarang masuk.

Dibantu: rencana belajar mingguan dan progres yang tercatat, jadi guru bisa menegur dan membantu sebelum terlambat.

Ilustrasi Fajar

Fajar, 24

Petani, Wonogiri · Target pertanian

Grogi duluan sama komputernya. Ujian EPS-TOPIK dikerjakan di komputer, sementara HP-nya saja sudah pas-pasan.

Dibantu: latihan dari HP yang ringan dengan format persis ujian, jadi pas hari ujian yang terasa asing tinggal soalnya, bukan alatnya.

Cara ikut pilotnya

1

Daftar dulu

Kirim email dan ceritakan singkat program Korea di LPK kamu: sektor apa saja dan berapa siswa per angkatan.

2

Sensei coba duluan

Begitu versi pilot siap, sensei mencoba sendiri lebih dulu, lihat sisi siswa dan dashboard gurunya.

3

Lanjut 5 sampai 10 siswa

Trial gratis selama seminggu untuk 5 sampai 10 siswa. Kalau cocok, baru lanjut ke pilot berbayar per kohort.

Daftar jadi LPK pilot

Isi formulir ini, tidak perlu aplikasi email. Kami balas lewat email yang kamu tulis di sini.

Atau kirim email langsung ke ergolaku@gmail.com

Harga pilotnya sama, tidak ada biaya daftar

Harga per siswa untuk LPK yang lanjut setelah trial, dan LPK bebas membundelnya ke paket siswa:

Rp149 rb
per siswa, kohort 25
Rp129 rb
per siswa, kohort 50
Rp109 rb
per siswa, kohort 100

Pertanyaan dari LPK

Produknya sudah jadi?

Mesin sistemnya sudah jadi dan berjalan untuk versi Jepang. Isi Korea-nya (kamus, tryout EPS-TOPIK, materi sektor) sedang disiapkan sekarang, dan masukan LPK pilot ikut menentukan prioritasnya. Karena itu batch pilot dibatasi dan trial-nya gratis.

Kapan bisa dicoba?

Pendaftar awal dapat giliran pertama. Kami kabari lewat email begitu versi pilot siap dicoba sensei.

Sektor apa saja yang dicakup?

Sektor EPS seperti manufaktur, perikanan, pertanian, dan konstruksi. Prioritas isi mengikuti sektor dari LPK yang ikut pilot, jadi daftar lebih awal membantu sektor LPK kamu disiapkan lebih dulu.

Kenapa harus daftar sekarang, kenapa tidak tunggu jadi?

LPK pilot dapat trial gratis, harga pilot yang dikunci, dan isinya disesuaikan ke kebutuhan kelasnya. Setelah batch pertama penuh, pendaftaran pilot ditutup dan harga normal berlaku.